“Apabila client saya mengalami momen bahagia, pasti ingin dibagi dengan orang-orang tercintanya, jadi dia tidak butuh kehadiran saya, kirim sms saja sudah cukup. Tetapi apabila mereka mengalami musibah saya ingin merasa bahwa sayalah salah seorang yang bisa menguatkan mereka dan saya juga berharap bisa meringankan beban musibah mereka”

Dana Pensiun Kemana dan Bagaimana kita Mengelolanya

Posted by Unknown Saturday, March 29, 2014 0 comments
Dana Pensiun Kemana dan Bagaimana kita Mengelolanya - Salah satu sumber utama penghasilan , yang diandalkan banyak orang, ketika pensiun tiba adalah dana pensiun dari tempat bekerja. Hanya saja, saya melihat, banyak yang tidak paham bagaimana mengelola dana pensiun dengan benar. Bahkan, tidak sedikit yang cuek, tidak ambil pusing soal bagaimana mengelola dana pensiun, karena berpikir perusahaan sudah mengurusnya – padahal sama sekali tidak, hasil dana pensiun adalah tanggung jawab karyawan sepenuhnya. Akibatnya, hasil dana pensiun menjadi tidak optimal. Muncul risiko simpanan untuk masa tua tidak cukup ketika masa pensiun tiba.

Sebagian besar perusahaan saat ini sudah menyediakan fasilitas pensiun sebagai bagian dari paket kompensasi. Program yang umum diterapkan adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Program ini dikenal sebagai iuran pasti. Setiap bulan, iuran yang berasal dari potongan gaji karyawan dan kontribusi perusahaan akan disetorkan kepada DPLK untuk dikelola dalam bentuk investasi, yang hasilnya nanti bisa diambil saat masa pensiun tiba. Disebut iuran pasti karena yang pasti adalah iurannya, sementara jumlah dana pensiunnya nanti tidak pasti, tergantung dari kinerja investasi dimana dana pensiun dialokasikan.

Implikasi Dana Pensiun Iuran Pasti
Program dana pensiun iuran pasti ini memiliki implikasi yang wajib dipahami oleh peserta.
1. Perusahaan tidak menjamin berapa hasil dana pensiun yang akan diterima nantinya. Yang dijamin perusahaan adalah jumlah kontribusi yang akan diberikan setiap bulan kepada dana pensiun. Biasanya, jumlah kontribusi ditetapkan dalam kontrak kerja.
2. Karena perusahaan tidak menjamin, siapa yang menjamin hasil dana pensiun? Ya Anda sendiri. Jumlah dana yang akan diterima saat pensiun akan sangat ditentukan oleh kinerja investasi yang Anda pilih untuk mengelola dana tersebut. Jika investasi yang dipilih tepat, hasilnya akan bagus. Sebaliknya, jika investasi yang dipilih salah, hasilnya akan merugikan. Keputusan investasi ditentukan sepenuhnya oleh karyawan. Perusahaan pada dasarnya tidak bertanggung jawab. Kalau pun perusahaan ikut berperan, sebatas memberikan saran (biasanya dalam bentuk default pilihan investasi), namun hasilnya tetap tanggung jawab karyawan sendiri.
Jadi pemahaman yang salah, jika ada karyawan yang tidak peduli bagaimana perkembangan investasi dana pensiun di tempat kerja. Tidak ada pihak lain di perusahaan yang memperhatikannya, selain karyawan sendiri.

Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Dana Pensiun
Oleh karena itu, saya sangat menyarankan para karyawan untuk perhatian dan mencermati dana pensiun di tempat kerja. Beberapa hal yang menjadi catatan dan perlu jadi titik perhatian.

Pastikan Ikut Dana Pensiun di Tempat
Bekerja
Saya pernah mendengar teman yang memilih tidak ikut dana pensiun dari kantor karena enggan gajinya dipotong setiap bulan. Menurut saya, teman ini menolak rejeki. Kenapa? Kalau tidak ikut, perusahaan tidak perlu memberikan kontribusi ke dana pensiun. Artinya, karyawan kehilangan tambahan penghasilan yang diberikan oleh perusahaan lewat iuran dana pensiun. Tidak jarang di beberapa perusahaan yang baik kompensasinya, jumlah iuran perusahaan lebih tinggi dari iuran karyawan. Dalam situasi ini, betapa lebih ruginya karyawan yang tidak ikut program dana pensiun kantor.
Karena itu, Anda wajib memastikan sudah tercatat dalam program dana pensiun yang diadakan oleh perusahaan tempat bekerja.

Wajib Memperhitungkan Berapa Kontribusi Iuran Perusahaan
Ketika negosiasi kompensasi saat proses rekruitmen, umumnya orang fokus pada berapa gaji yang akan diterima. Wajar bukan. Menurut saya, jangan hanya terpaku pada gaji saja, tetapi perhitungkan juga berapa kontribusi iuran dana pensiun yang akan diberikan oleh perusahaan. Iuran dari perusahaan ini esensinya adalah gaji juga, tetapi diberikan dalam bentuk dana pensiun. Jangan silap oleh gaji semata ketika negosiasi pindah kerja. Lihat penawaran dari sisi total kompensasi, termasuk berapa besar kontribusi dana pensiun yang diterima.

Investasi Dana Pensiun sebaiknya Saham
Seperti disebutkan diatas bahwa kinerja investasi sangat kritikal dalam jenis dana pensiun iuran pasti, yang mayoritas diikuti oleh karyawan saat ini. Kinerja amat ditentukan oleh tujuan investasi. Sayangnya, saya melihat banyak yang melakukan kesalahan dalam penempatan investasi. Dengan alasan takut nilai
dana pensiun merosot, karyawan memilih penempatan yang dianggap paling aman, yaitu di pendapatan tetap, atau bahkan pasar uang.
Saham dihindari karena dianggap paling beresiko.

Alternatif Dana Pensiun adalah Asuransi Unit Link.
Menurut saya untuk alternatif dana pensiun adalah di asuransi unit link. Dengan mengasuransikan dana pensiun di unit link hasil yang kita dapat juga bisa dimaksimalkan, tinggal komponen investasi apa yang akan kita ambil. Tapi juga harus dipikir juga asuransi unit link untuk jangka pendek sangat tidak menguntungkan bahkan merugikan, selain itu juga besar premi yang kita bayarkan harus balance antara alokasi asuransi dan investasi. Tapi diatas kekurangan itu ternyata ada kelebihan yang bisa kita manfaatin, selain untuk dana pensiun kita juga mendapatkan proteksi buat diri kita sehingga saat kita mengalami resiko ada talangan dana disaat kita sedang kesulitan.

Dana pensiun di Reksadana
Ini pilihan yang salah jika kita tidak tahu komponen reksadana yang kita ambil karena dua alasan. Pertama, tingkat keuntungan pendapatan tetap atau pasar uang tidak mencukupi untuk mengalahkan laju inflasi. Lihat berapa persen tingkat keuntungan pendapatan tetap dan pasar uang, bandingkan dengan inflasi yang sekitar 6%-an setahun. Hitungan saya, imbal hasil pendapatan tetap lebih kecil dari inflasi. Alhasil, dana pensiun menghadapi risiko bahwa jumlahnya kurang saat pensiun nanti untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kedua, saham yang menawarkan tingkat keuntungan paling tinggi diantara semua pilihan investasi, justru tidak dipilih. Saham rata – rata menawarkan tingkat keuntungan 25% per tahun, jauh diatas kenaikkan biaya hidup (inflasi).
Artinya, imbal hasil saham akan lebih dari cukup untuk menutupi kenaikkan biaya hidup. Lho, bukannya risiko saham paling tinggi?
Betul bahwa saham risikonya paling tinggi. Namun, perlu dipahami bahwa risiko itu menurun seiring waktu. Apa artinya? Dalam jangka panjang, risiko saham cukup rendah. Waktu adalah your best friend dalam investasi saham. Simak artikel soal gejolak ekonomi yang menunjukkan bagaimana harga saham anjlok drastis saat krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008. Namun dalam jangka waktu 2 tahun, harga saham sudah kembali ke tingkat sebelum krisis, bahkan setelah itu naik lebih tinggi dibandingkan sebelum krisis.
Nah, investasi dana pensiun kan untuk jangka panjang. Paling tidak Anda sudah mempersiapkan dana pensiun dalam rentang 5 sampai dengan 10 tahun sebelum masa pensiun. Itu rentang waktu yang cukup untuk melakukan investasi saham dengan risiko yang terkendali. Makin panjang dari masa pensiun makin baik.
Kesimpulannya, segera pindahkan tujuan investasi dana pensiun ke 100%. saham.
Hati – Hati dengan Pilihan Investasi
Perusahaan
Maksud perusahaan baik, supaya karyawannya tidak repot – repot, mereka sudah memilihkan kemana tujuan investasi dana pensiun (default
choices). Namun, perusahaan umumnya menempatkan pada instrumen pendapatan tetap atau pasar uang, yang seperti kita sudah bahas sebelumnya, punya risiko hasilnya tidak cukup untuk kebutuhan hidup di masa depan. Repotnya, pilihan perusahaan ini menjadi default, artinya jika Anda tidak meminta perubahan, maka pilihan ini yang digunakan pengelola dana pensiun untuk menempatkan uang Anda. Oleh karena itu, jangan diam saja.
Anda perlu melihat dan melakukan perubahan tujuan investasi dana pensiun sesuai keyakinan. Be proactive. Ketika berhenti, Dana Pensiun Jangan Dilupakan tapi Ikut Dipindahkan Banyak yang lupa punya dana pensiun. Ketika berhenti bekerja, dana pensiun tidak diurus. Sebetulnya, ada dua cara yang bisa dilakukan.
Pertama, memindahkan dana pensiun lama ke dana pensiun perusahaan yang baru.
Kedua, melanjutkan dana pensiun, namun statusnya dirubah menjadi dana pensiun atas nama pribadi.
Kedua pilihan ini prosesnya mudah. Anda tinggal datang ke customer service mengutarakan salah satu pilihan tersebut, nanti akan ada dokumen – dokumen yang perlu diisi.
Jangan Mengambil Dana Pensiun
Meskipun kebijakan memperbolehkan peserta mengambil dana hasil pengembangan (tidak boleh mengambil iuran) setelah beberapa saat, namun saya sangat menyarankan tidak melakukan hal tersebut. Ini adalah dana pensiun, gunakanlah untuk masa tua nanti. Demikian soal bagaimana merawat dan mengelola dana pensiun yang Anda miliki dari tempat bekerja. Jangan sampai sudah bekerja keras tetapi lupa atau tidak peduli mengurus dana pensiun, sehingga hasilnya tidak optimal. Saat masa tua baru menyesal, kok uang dari pensiun tidak cukup untuk hidup.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
Judul: Dana Pensiun Kemana dan Bagaimana kita Mengelolanya
Ditulis oleh Unknown
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika anda ingin mendapatkan Ilustrasi lengkap tentang Asuransi Prudential Silahkan anda hubungi Contact yang ada di sidebar. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini. Tak lengkap rasanya jika kunjungan anda di blog

Asuransi dan Investasi Tabungan

tanpa meninggalkan komentar. Untuk itu silahkan berikan tanggapan anda pada kotak komentar di bawah. Semoga artikel Dana Pensiun Kemana dan Bagaimana kita Mengelolanya ini bermanfaat untuk anda.
Title Post:
Dana Pensiun Kemana dan Bagaimana kita Mengelolanya

URL Post:
https://asuransi-tabungan.blogspot.com/2014/03/dana-pensiun-kemana-dan-bagaimana-kita.html

Artikel lain dengan Topik yang sama :



0 comments:

Post a Comment

Link Important

Panduan blog dan SEO support Project SEO - Original design by IY | Copyright of Asuransi dan Investasi Tabungan.