“Apabila client saya mengalami momen bahagia, pasti ingin dibagi dengan orang-orang tercintanya, jadi dia tidak butuh kehadiran saya, kirim sms saja sudah cukup. Tetapi apabila mereka mengalami musibah saya ingin merasa bahwa sayalah salah seorang yang bisa menguatkan mereka dan saya juga berharap bisa meringankan beban musibah mereka”
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Merancang Masa Depan dengan Asuransi

Posted by Unknown Tuesday, April 1, 2014 0 comments
Rencanakan Hidup dengan Asuransi
Dalam mengarungi perjalanan kehidupan, kita berhadapan dengan berbagai kejadian. Perjalanan hidup seseorang selalu berawal dari proses kelahiran, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, orang tua, hingga menutup mata.
Sekuen atau rangkaian perjalanan tersebut tidak pernah terlepas dari berbagai perubahan di dalamnya. Dalam mengarungi perjalanan panjang kehidupan, kita berhadapan dengan berbagai kejadian penting, antara lain prosesi wisuda, memasuki bahtera pernikahan, terjun dalam dunia kerja, dan selanjutnya memasuki masa pensiun.
Sekuen kejadian tersebut berhubungan langsung dengan proses internalisasi nilai-nilai baru, adaptasi di dalamnya, dan kompensasi finansial untuk bisa memasuki jenjang tersebut. Dalam konteks pemerolehan ilmu dan pendidikan, misalnya, seorang anak memasuki bangku TK pada range usia 3-4 tahun, jenjang SD pada usia 6-7 tahun, SMP pada usia 12-13 tahun, SMU pada usia 15-16 tahun, dan Perguruan Tinggi pada usia 18-19 tahun. Masa transisi antarjenjang secara otomatis membutuhkan dukungan dana yang tidak sedikit jumlahnya.

Belajar dari Masa Lalu
Beberapa waktu lalu, saya berdiskusi dengan seorang eksekutif muda salah satu perusahan multinasional di Jakarta, sebut saja namanya Pak Jonny. Awalnya kami bertegur sapa, dan pembicaraan berlanjut ke arah diskusi tentang pengelolaan keuangan jangka panjang. Dia bercerita banyak tentang apa yang dialami oleh keluarganya pada kurun waktu 20 tahun yang lalu.
Sekilas, ada kerinduan dalam hatinya untuk bisa mengubah kondisi pada periode tersebut. Alasannya, banyak hal yang belum bisa diraihnya hanya karena keterbatasan keuangan saat itu.
Dua puluh tahun lalu, kedua orang tua Pak Jonny berkonsentrasi penuh terhadap biaya pendidikan anak-anak mereka. Saat itu, orang tuanya belum memiliki kesadaran untuk memiliki rencana jangka panjang dalam konteks perlindungan atau proteksi. Mereka belum paham terhadap manfaat proteksi dari Asuransi Jiwa, yang notabene bisa mengurangi beban finansial di kemudian hari. Ketika Pak Jonny masuk ke perguruan tinggi pada saat itu, orangtuanya harus menguras tabungan, bahkan uang yang disimpan di bawah bantal, untuk mengakomodasi kepentingan tersebut. Secara teoritis, konsep tindakan seperti itu kurang efisien karena tidak direncanakan jauh hari sebelumnya.
Momentum kedua muncul pada saat Pak Jonny melangsungkan pernikahan. Saat itu, dia dan calon istri memang sudah memiliki penghasilan. Tetapi, karena perhelatan pernikahan merupakan satu momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orang tua, prosesi pernikahan dan biaya yang muncul pun menjadi beban orang tua. Mereka harus merogoh kocek cukup tebal untuk bisa melangsungkan peristiwa penting tersebut.

Kedua peristiwa tersebut menjadi proses pembelajaran berharga baginya. Generasi seangkatannya mungkin tidak banyak yang merasakan manfaat proteksi dari Asuransi Jiwa. Kondisi itu lebih disebabkan karena sosialisasi produk Asuransi Jiwa belum segencar saat ini. Belajar dari kasus yang dialaminya, Pak Jonny bertekad untuk melakukan proteksi terhadapsetiap fase yang nantinya akan dilalui oleh anak-anaknya. Ke depannya, dia berupaya agar anak-anaknya bisa mendapatkan proteksi yang maksimal untuk berbagai kepentingan mereka. Ketika pembicaraan semakin hangat, Pak Jonny terus berbicara secara antusias, dan saya menyampaikan satu masukan kepadanya perihal upaya proteksi untuk mempersiapkan masa depan anak-anaknya. Esensinya, untuk menghindarkan diri dari kedua pengalaman tersebut, Pak Jonny perlu mempertimbangkan pembelian polis asuransi jiwa guna mengakomodasi munculnya biaya yang besar dalam perjalanan hidup anak-anaknya.
Ketika polis asuransi pendidikan sudah melekat pada anak-anaknya, proteksi asuransi pendidikan Langsung mengambil peran dalam meringankan beban finansial di pundaknya. Ketika anak-anak nantinya memasuki jenjang pernikahan pun, Pak Jonny bisa memanfaatkan dana tabungan di dalam produk asuransi, yang notabene juga mengandung unsur tabungan.

Belajar dari pengalaman Pak Jonny, seyogianya setiap orang tua mulai memikirkan langkah bijak guna memproteksi munculnya biaya besar pada perjalanan hidup anak-anak di kemudian hari. Pembelian polis asuransi jiwa, yang sesuai dengan kebutuhan, berperan signifikan bagi kelangsungan pendidikan dan sekuen kehidupan anak-anak ke depannya.

Melalui artikel ini, saya mengetuk kesadaran para ayah untuk mulai memikirkan rencana proteksi bagi anak-anak sejak dini. Hakikatnya, asuransi jiwa bisa memberikan solusi dalam konteks perencanaan keuangan sebuah keluarga. Kewajiban para orang tua dalam hal pembiayaan sekolah anak-anak, prosesi wisuda, bahkan biaya pernikahan mereka bisa terakomodasi melalui berbagai manfaat proteksi yang tersedia dalam polis asuransi jiwa. Dengan demikian, para orang tua bisa berfungsi maksimal dalam mengasuh dan membesarkan anak-anak mereka.
Realisasinya, miliki polis asuransi jiwa sejak usia muda. Segera ambil langkah untuk menghubungi perusahaan atau agen Asuransi Jiwa. Anda jangan ragu-ragu untuk mendiskusikan kebutuhan keuangan Anda di masa yang akan datang, dan mintalah rekomendasi produk dan program asuransi yang cocok dengan kebutuhan Anda. Perencanaan keuangan keluarga Anda sejak dini amat menentukan berbagai keuntungan jangka panjang yang bisa Anda rasakan bersama keluarga tercinta.

Dari : www.vivanews.com

Untuk informasi bagi anda yang ingin menjadi agen asuransi atau ingin berasuransi di Unit Link Prudential, silahkan hubungi saya.
Teguh 085811145913 / Add pin BB: 2AF01537
Saya tidak akan menjadikan anda agen asuransi atau nasabah asuransi sebelum anda benar-benar mengerti tentang produk asuransi saya. Jika sudah paham silahkan tentukan sendiri asuransi dan manfaat anda sesuai dengan kebutuhan dan budget anda.


Baca Selengkapnya ....

Gaji sebulan Anda belum tentu cukup untuk membayar biaya Rumah Sakit satu malam

Posted by Unknown Sunday, March 23, 2014 0 comments
Tung Desem Waringin (Motivator No.1 di Ind) says "Gaji sebulan Anda belum tentu cukup untuk membayar biaya Rumah Sakit satu malam"

• Tung menyadarinya saat orang tuanya sakit berat dan dia tidak bisa membayar biaya RS nya. Padahal waktu itu posisi pekerjaan beliau sangat menjanjikan, yaitu sebagai kepala salah satu divisi di salah satu Bank termansyur di Indonesia.

• Setelah itu Tung menyadari ternyata 20% gaji yg kita sisihkan sejak sekarang bisa untuk :
*Biaya perawatan dan berobat
*Santunan kecelakaan
*Santunan meninggal
*Santunan sakit berat
*Santunan cacat tetap total
*Investasi sebagai bonus untuk tabungan pendidikan anak, dana pensiun dan uang warisan.

• Sisihkan 20% gaji Anda untuk membuka rekening tabungan ASURANSI yang penting ini. Asuransi adalah produk kasih sayang buat org2 tercinta kita, mulailah dari sekarang, jangan menunggu sampai terlambat, apalagi menyesal.

• Polis asuransi jiwa adalah surat cinta yg paling tulus kepada orang yg kita sayangi .. 



Untuk itu silahkan jangan ragu-ragu segera hubungi orang yang pernah prospek anda atau anda membutuhkan ilustrasi tentang asuransi Prudential silahkan hubungi saya:
Teguh 085811145913 / Pin BB : 2AF01537


Baca Selengkapnya ....

UNTUK ANDA YANG TELAH MEMILIKI BANYAK POLIS

Posted by Unknown Thursday, March 20, 2014 0 comments
"Maaf...!!! kami sudah memiliki banyak Asuransi" , ini adalah kalimat yang sering terucap dari calon prospek. Selamat untuk anda yang telah memiliki dan menggunakan program asuransi yang cukup. Namun, perlu kiranya untuk melakukan CEK UP Polis dengan tujuan :
a. Memastikan manfaat asuransi yang diberikan adalah maksimum dan sesuai dengan tujuan perencanaan.
b. Mengevaluasi kebutuhan perlindungan yang ideal sesuai dengan perubahan standard hidup.
c. Melipatgandakan Aset Masa Depan Keluarga dengan Modal yang lebih Murah, Mudah, Pasti dan Aman.

Cukup banyak pengalaman profesi kami di lapangan yang menunjukan dimana customer tidak menerima manfaat yang maksimum sesuai tujuannya. Bahkan cukup banyak yang tidak melakukan evaluasi dimana terjadi ketimpangan antara kebutuhan proteksi ideal dengan kepemilikan jumlah total uang pertanggungan. Karena itu, Memiliki jumlah polis yang banyak tidak akan menjamin bahwa perlindungan yang dimiliki sudah maksimum (Tidak lagi membutuhkan proteksi lagi).

Cara menghitung UP dasar (Proteksi) IDEAL :
Untuk mengetahui berapa besar Uang Pertanggungan dasar (UP dasar) ideal yang seharusnya dimiliki, maka tertanggung harus mengetahui 2 aspek yaitu :
1. Berapa besar total biaya untuk memenuhi standar kehidupan anda sekeluarga dalam sebulan.
2. Berapa besar total aset yang telah anda miliki untuk dijadikan cadangan darurat di masa depan.

Kedua aspek tersebut akan terus berubah menyesuaikan dengan income yang anda peroleh. Nah...Selisih dari kedua aspek tersebutlah yang seharusnya dilengkapi dengan Uang Pertanggungan Dasar (UP dasar) dari asuransi. Sesuatu yang sangat membahagiakan bila anda selalu melakukan evaluasi secara periodik terhadap besarnya UP dasar yang seharusnya anda miliki dari waktu ke waktu.

Contoh:
Bagi keluarga yang memiliki kebutuhan budget Rp 10 jt/bulan dan asumsi pertumbuhan investasi 12% /thn atau 1% /bln. Maka Uang Pertanggungan dasar IDEAL yang seharusnya dimiliki oleh sumber income adalah Rp 1 M.

Cara:
Uang pertanggungan yang diterima dari asuransi kemudian dikelola oleh ahli waris, misalnya di investasikan ke DEPOSITO. Hasil investasi setiap bulannya (misal hasil 1% terhadap Rp 1 M adalah Rp 10jt) akan cukup memenuhi biaya hidup atau kebutuhan keluarga selanjutnya. Dengan demikian keluarga tercinta akan tetap terlindungi dari berbagai hal akibat resiko yang telah menimpa sumber income. Demikian juga terhadap manfaat asuransi tambahan lainnya yang sangat berarti dan sangat penting untuk dimiliki. Keluarga masih tetap menerima income RP 10 jt / bln selamanya, walau sumber income dalam RESIKO.
Anda juga masih bisa Melipat gandakan lagi Aset Masa Depan Keluarga dengan modal yang lebih murah atau anda juga bisa melakukan Bangun Aset dengan pola ESTAVET terhadap keluarga yang lebih muda. Sehingga benar benar asuransi tersebut bisa dimiliki oleh semua lapisan keluarga dengan sangat mudah, sangat murah.

Dalam hal ini, Anda membeli dengan
tertanggungnya adalah diri sendiri, kemudian membeli untuk Pasangan Istri/Suami dan juga untuk Anak. Selanjutnya anak dikemudian hari tidak perlu membeli Asuransi lagi, karena sudah dibelikan oleh orang tuanya dahulu dengan modal yang sangat murah. Namun, kewajiban anak adalah membelikan asuransi untuk anaknya (cucu kita) sejak dini, sehingga menjadi sangat murah. Anak anda tersebut pasti bisa membelikan asuransi terhadap semua anak -anaknya yang masih kecil (budget yang sangat murah).

Demikianlah seterusnya, sehingga seluruh lapisan generasi dan keluarga kita akan memiliki perlindungan yang baik, sehingga Kehidupan Keluarga dari generasi ke generasi akan semakin KOKOH dan SUKSES.

Untuk kebutuhan ini, Prudential mengeluarkan produk Unit Link yang sangat luar biasa, yaitu Pru Investment Account dan Pru Assurance Account . Unit Link Plus ini sangat tepat untuk anda yang telah memiliki banyak polis dengan perlindungan yang cukup lengkap. Dimana, perlindungan yang kini anda butuhkan hanya evaluasi terhadap besarnya Uang Pertanggungan Dasar. Unit Link TERBAIK ini akan memberikan UP Dasar yang jauh lebih besar dengan dengan alokasi investasi yang maksimum. Hal ini tidak akan anda temukan pada Unit Link lainnya.


Baca Selengkapnya ....

Gerakan Melek Asuransi

Posted by Unknown Tuesday, March 18, 2014 0 comments
Manfaat Asuransi Jiwa pada saat sekarang ini banyak sekali yang mulai merasakan dan sadar akan manfaatnya, hal ini di karenakan situasi dan keadaan hidup yang semakin tidak pasti dan beresiko baik itu resiko akan keselamatan kerja, kesehatan bahkan sampai resiko jiwa.

Dengan memahami Manfaat Asuransi Jiwa maka kehidupan seseorang akan lebih terlindungi.
Asuransi jiwa dimiliki bukan untuk menjadikan seseorang tergantung akan asuransi maupun mendahului kehendak Tuhan, melainkan sebagai salah satu perlindungan untuk mengurangi resiko yang terjadi bukan hanya pada dirinya melainkan terlebih lagi pada keluarga yang dicintainya.
Kurang pahamnya masyarakat akan asuransi jiwa dapat dikatakan kurang baik karena dalam menjalani kehidupan tentu banyak resiko yang mungkin dihadapi walau tak mengetahui resiko apa yang akan terjadi bahkan untuk resiko yang terburuk sekalipun yang menimbulkan kematian.

Setidaknya kita meninggalkan warisan untuk keluarga maupun anak cucu tercinta. Bukankah ini bijaksana dimana kita meninggalkan sesuatu yang baik dan berguna bagi orang -orang yang kita cintai. Dengan demikian kita akan merasakan betapa besar manfaat Asuransi Jiwa.

Contoh Ilustrasi:
Bapak Bijak, pegawai Sumber Daya Manusia, tidak merokok, dan berusia 35 tahun menabung sebesar Rp. 2 juta/bulan
Manfaat yang diperoleh;
Uang Pertanggungan jiwa sebesar Rp. 1.000.000.000,0 (1 Milyar)
Manfaat Member RS (Kartu Pru HS 75 Cashless );
Biaya Kamar RS sebesar Rp. 500.000,- / hari
ICU (Intensive Care Unit) sebesar Rp. 1.000.000,-/ hari
Kunjungan Dokter Umum sebesar Rp. 200.000/ hari
Kunjungan Dokter Spesialis sebesar Rp. 250.000,-/ hari
Tindakan Operasi/Pembedahan;Biaya Aneka Perawatan RS sebesar Rp. 9.800.000,-
Biaya perawatan oleh Juru Rawat sebesar Rp. 250.000,-/ hari
Fasilitas Ambulance sebesar Rp. 350.000,-
Manfaat Rawat Jalan sebelum Rawat Inap sebesar Rp. 1.500.000,-
Manfaat Rawat Jalan setelah Rawat Inap sebesar Rp. 1.500.000,-
Manfaat Rawat jalan Darurat Kecelakaan sebesar Rp. 5.000.000,-/ tahun
Biaya Perawatan Kanker sebesar Rp. 54.000.000,- / tahun
Biaya Perawatan Cuci Darah (Dialisis) sebesar Rp. 15.000.000,-/ tahun
Manfaat Bebas Premi, Prudential akan membayarkan Premi Berkala hingga nasabah berusia 65 tahun (Jika nasabah memenuhi 33 criteria sakit kritis dan polis telah berjalan 90 hari lebih / atau telah 3 bulan).
Manfaat Nilai Tunai (asumsi hasil investasi 15%);
Akhir tahun ke 10 usia nasabah 45 tahun : Rp. 242.172.000,-
Akhir Tahun ke 15 usia nasabah 50 tahun: Rp. 400.195.000,-
Akhir Tahun ke 20 usia nasabah 55 tahun: Rp. 686.173.000,-

Bagi anda yang membutuhkan informasi mengenai asuransi pendidikan, dana darurat, dan pensiun dan review manfaat polis saya siap janji bertemu terima kasih.

Info lengkap:
Teguh
Lisensi AAJI : 14188387
Phone: 085811145913
email: tegusr at gmail dot com


Baca Selengkapnya ....

Tiga Pilar Pengelolaan Uang

Posted by Unknown Saturday, March 15, 2014 1 comments
Ketika anda memperoleh pendapatan, apakah yang biasanya anda lakukan ? Membelanjakan pendapatan tersebut dan menabung sisanya, ataukah menyisihkan untuk tabungan terlebih dahulu dan membelanjakan sisanya ? Ataukah apa dulu
All Friend yang budiman, ketika anda memperoleh pendapatan, yang pertama harus anda lakukan adalah mengeluarkan hak orang lain yang ikut terkandung di dalam pendapatan anda. Apakah itu disebut pajak, perpuluhan, zakat, ataupun sodaqoh. Nah, setelah anda keluarkan seluruh bagian yang menjadi hak orang lain, maka kini pendapatan anda telah bersih dan murni menjadi hak anda. Inilah yang boleh anda manfaatkan untuk keperluan anda sendiri maupun keperluan keluarga anda.
Namun jangan lupa, cara memanfaatkannya harus mengikuti kaidah-kaidah pengelolaan uang yang baik. Mungkin ada yang bertanya, "Bagaimanakah cara mengelola uang baik itu ?" Cara mengelola uang yang baik itu harus memenuhi tiga kategori berikut: Saving, Income Protection, dan Investment. Kita sebut "Tiga Pilar Pengelolaan Uang".

I. Saving Saving atau menabung dimaksudkan untuk membiasakan diri supaya ketika anda memperoleh pendapatan tidak anda habiskan untuk belanja bulanan. Pendapatan anda, setelah dikurangi dengan pajak, zakat, perpuluhan, sodaqoh, atau apapun namanya, harus ada yang anda sisihkan ke dalam tabungan terlebih dahulu sebelum anda berbelanja. Uang yang anda sisihkan secara rutin itu lama- lama akan terkumpul menjadi jumlah yang besar. Uang tersebut dapat berfungsi sebagai dana cadangan untuk keadaan-keadaan tertentu yang memerlukan pengeluaran lebih besar dari biasanya; contohnya adalah saat anak masuk sekolah, pernikahan anak, renovasi rumah, dan sebagainya Dalam kehidupan sehari-hari mungkin anda sering melihat - atau mendengar - orang yang berkomentar, "Jangankan untuk menabung, untuk makan saja susah. Apa yang mau ditabung ? Nanti kalau untuk memenuhi kebutuhan pokok sudah ada lebihnya, pasti saya menabung."
Sepintas kalimat itu kedengarannya masuk akal. Namun justru pola pikir seperti itulah yang biasanya membuat orang tidak mempunyai tabungan. Karena - orang yang sama - jika dia mau merubah pola pikirnya, pasti mempunyai tabungan. Bagaimana seharusnya ? Dibalik. Jangan menunggu ada kelebihan baru mau menabung. Caranya, berapapun penghasilan yang anda dapat, sisihkan dulu sejumlah tertentu - entah seribu atau dua ribu, entah satu juta atau dua juta - untuk ditabung. Dengan begitu maka anda pasti punya tabungan.
Namun tabungan anda cukup diisi seperlunya, yaitu untuk kebutuhan rutin 6 sampai 12 bulan. Apa maksudnya ? Maksudnya begini. Uang anda yang anda simpan di dalam tabungan ini sebaiknya benar-benar hanya untuk cadangan jangka pendek, untuk likuiditas rutin, supaya cadangan cash anda tidak terlalu ketat. Kalau tiba-tiba anda kehilangan pekerjaan, atau usaha anda bangkrut, setidaknya anda punya cadangan untuk biaya rutin 6 sampai 12 bulan, dan diharapkan sebelum 6 bulan anda sudah mendapatkan sumber pendapatan ( income ) yang baru.
Nah, uang anda yang lain, termasuk yang untuk cadangan biaya pendidikan anak, renovasi rumah, pernikahan anak, dan lain-lain, sebaiknya anda tempatkan di tempat yang lain yang lebih produktif. Mengapa demikian ? Mari kita cermati pelajaran penting yang disampaikan oleh Michael Tjoajadi, direktur PT. Schroder Investment Management Indonesia ( SIMI ), sebagaimana dimuat di dalam Majalah Investor edisi 15 - 28 Januari 2007: "Tidak ada orang yang kaya dari deposito. Bila menginvestasikan uang di bank, berarti dengan sengaja memiskinkan dirinya. Karena aset yang diinvestasikan di deposito akan termakan pajak dan inflasi. Jumlah uang bertambah, tetapi purchasing power berkurang. ..."

II. Income Protection Biasanya orang kalau ditanya untuk siapa mereka bekerja, rata-rata jawabannya adalah bahwa mereka bekerja untuk anak. Mereka rela melakukan apa saja demi anak. Jika anda diizinkan untuk mempunyai mesin pencetak uang yang diperbolehkan untuk mencetak berapun uang yang anda butuhkan, di manakah anda akan menyimpannya ? Tentu jawabannya adalah di tempat yang aman. Bila perlu ditempatkan di dalam ruangan khusus yang diberi kunci pengaman ganda. Jangan sampai ada yang mengambilnya. Dan anda pun pasti akan merawatnya dengan baik supaya tidak rusak, karena kalau sampai rusak maka keuangan keluarga akan terguncang. Anda tahu bagaimana rasanya mempunyai gaya hidup yang turun ? Anda bisa bayangkan bagaimana perasaan orang yang biasanya bepergian dengan mobil sendiri tiba-tiba harus naik kendaraan umum ? Ketika berjalan dari gerbang rumah menuju jalan raya, seolah-olah sorot mata para tetangga itu begitu menusuk membuat mata tertunduk, meskipun para tetangga tidak bermaksud begitu. Dada yang biasanya tegak dan membusung tiba-tiba seperti kempis dan mengerut, dan dagu juga tidak bisa diajak kompromi karena serasa digantungi batu yang berat. Jadi, sudah sepantasnya jika pemilik mesin uang menjaga mesin uangnya itu dengan penjagaan yang ekstra ketat.

Dengan analogi di atas, sekarang pertanyannya adalah, siapakah yang menjadi mesin uang di keluarga anda ? Maksudnya adalah, siapakah yang menjadi pencari nafkah di keluarga anda ? Pencari nafkah adalah ibarat mesin uang bagi keluarga. Ketika dia bekerja - entah itu menjadi karyawan ataupun menjadi pengusaha - dia menghasilkan uang yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan yang mewah. Itulah mesin uang keluarga. Yang menjadi persoalan adalah, ketika orang dihadapkan dengan mesian uang dalam arti harfiah, mesin uang sungguhan, rata-rata sadar dan tahu cara merawat dan melindunginya; tetapi ketika dihadapkan dengan mesin uang yang berupa pencari nafkah untuk keluarga, ternyata persentase yang sudah membuat perlindungan jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang belum. Bagimanakah cara membuat perlindungan pendapatan bagi keluarga ? Cara yang tepat adalah dengan ikut program asuransi pendapatan ( life insurance ). Program ini di masyarakat lebih dikenal dengan sebutan asuransi jiwa.

Jadi, kalau anda membaca, atau mendengar kata-kata asuransi jiwa, sebaiknya diartikan sebagai asuransi pendapatan keluarga. Mengapa orang perlu mengasuransikan pendapatannya ? Ketika seorang pencari nafkah bekerja lalu memperoleh pendapatan, dengan pendapatan itulah dia menghidupi keluarganya. Dengan pendapatan itulah dia bisa memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup keluarganya, mulai dari makan, pakaian, tempat tinggal, menyekolahkan anak, liburan, dan sebagainya. Bagi sebagian orang, sebagian pendapatannya juga digunakan untuk membangun aset, entah itu dalam bentuk aset riil ( tanah, rumah, logam mulia, dan sebagainya ) maupun dalam bentuk aset finansial ( deposito, obligasi, reksadana, dan sebagainya ). Namun perlu disadari bahwa dalam hidup ini ada 3 risiko yang jika teradi pada pencari nafkah maka bisa berakibat fatal secara finansial. Ketiga risiko itu adalah:

1) Sakit berat / berkepanjangan; Efek dari sakit berat / berkepanjangan lebih berat dibandingkan dengan efek dari cacat total permanen, karena orang yang sakit berat / berkepanjangan, di samping dia tetap membutuhkan biaya hidup, dia juga membutuhkan biaya perawatan ( yang bisa jadi lebih besar daripada biaya hidupnya ). Dia perlu dipanggilkan dokter atau dibwa ke rumah sakit, dia perlu dibelikan obat, dan sebagainya.

2) Cacat total permanen; Cacat total permanen atau menetap bisa disebabkan oleh kecelakaan dan bisa juga disebabkan oleh sakit kritis. Orang yang mengalami cacat total permanen, biasanya aktivitas mencari nafkahnya menjadi terganggu, atau bahkan mungkin ada yang sudah tidak bekerja lagi. Yang membuat persoalan menjadi lebih berat adalah bahwa kalau orang meninggal, meskipun dia tidak menghasilkan pendapatan lagi, tapi dia juga sudah tidak membutuhkan biaya hidup; sedangkan orang yang cacat total permanen masih membutuhkan biaya hidup.

3) Meninggal. Jika pencari nafkah di sebuah keluarga meninggal, berarti itu seperti mata air yang tidak berfungsi lagi; juga seperti mesin uang yang hilang. ( Masih ingat analogi mesin uang ? ). Berarti pendapatan keluarga yang biasanya diberikannya dari hasil bekerja juga terhenti. Tetapi, apakah kebutuhan hidup keluarga juga terhenti ? Tidak ! Kebutuhan hidup keluarga tetap berjalan terus; anak-anak tetap butuh makan, rekening listrik harus dibayar, rekening telepon harus dibayar, anak- anak harus sekolah, dan semuanya perlu menjalani kehidupan dengan standar gaya hidup yang layak. Berarti, kepergian pencari nafkah untuk selamanya itu menimbulkan kerugian finansial bagi keluarga.

Perlu diketahui dan disadari bahwa asuransi jiwa tidak mengasuransikan jiwa, sebab jiwa manusia bukan obyek asuransi. Sesuatu yang dijadikan obyek asuransi haruslah sesuatu yang bisa diukur dengan uang. Sedangkan jiwa manusia tidak bisa diukur dengan uang. Oleh karena itu, jika anda berhubungan dengan perusahaan asuransi jiwa, buang jauh-jauh pandangan bahwa anda sedang mengasuransikan jiwa anda; buang jauh-jauh, sekali lagi buang jauh- jauh perasaan bahwa anda sedang mengasuransikan jiwa anda. Bayangkan bahwa anda sedang membangun jaminan finansial bagi keluarga anda. Tanamkan di dalam benak anda, tanamkan di dalam hati dan perasaan anda bahwa anda sedang membangun kerangka finansial yang kokoh. Tanamkan pemahaman bahwa ketika anda mendaftar asuransi jiwa berarti anda sedang menyiapkan jaminan keamanan finansial pribadi, jaminan finansial keluarga, jaminan pensiun sejahtera.

III. Investment Investasi secara mudah dapat diartikan begini: anda menyimpan sejumlah uang dengan harapan setelah jangka waktu tertentu uang anda menjadi lebih banyak. Berarti kalau kita berbicara mengenai investasi, maka:
1. harus ada sejumlah uang yang diinvestasikan. Ini yang dinamakan modal;
2. kita harus menentukan kerangka waktu, kapan kita hendak memetik hasilnya.
3. sejak awal kita harus sudah memperhitungkan potensi hasil yang bisa kita peroleh.

Berkaitan dengan ketiga hal tersebut di atas, ada hal-hal lain yang selalu melekat dalam pembicaraan mengenai investasi, yaitu:
1. investasi selalu mengandung risiko. Biasanya semakin besar potensi hasil yang bisa diperoleh semakin besar pula risikonya. Itulah yang di dalam dunia investasi sering disebut high return - high risk.
2. supaya anda berinvestasi dengan baik maka anda harus mempunyai tujuan yang jelas.

Jika anda mengambil sebutir padi, lalu anda menanamnya di atas lumpur, maka akan tumbuh sebatang kecambah yang lama-lama menjadi semakin besar, yang dalam waktu beberapa minggu sudah beranak menjadi katakanlah tujuh pohon padi. Ketujuh pohon padi itu setelah 4 bulan menghasilkan padi yang siap dipanen. Berarti saat itu anda akan mendapatkan tujuh tangkai padi. Jika masing- masing tangkai terdiri dari 400 butir padi, berarti dalam waktu 4 bulan sebutir padi telah berubah menjadi 2800 butir padi. Sebuah investasi yang luar biasa. Lalu ada yang bertanya, "Mengapa banyak petani yang miskin?" Jawabannya adalah sebuah pertanyaan lagi, "Apakah dari 1000 butir padi yang ditabur akan menghasilkan seperti contoh di atas ?"
Ternyata jika anda menaburkan 1000 butir padi, akan ada beberapa yang tidak tumbuh. Sementara dari yang tumbuh itu ada yang hanyut terbawa arus air sawah, ada yang dimakan tikus, dan sebagainya, sehingga yang benar-benar menghasilkan bulir padi persentasenya tidak 100%. Dan dari yang menghasilkan bulir padi juga ternyata ada yang dimakan hama sebelum masa panen tiba. Itulah yang namanya risiko. Ada banyak instrumen investasi yang bisa anda manfaatkan untuk meningkatkan aset anda. Masing-masing tentunya dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda satu sama lain. Anda bisa memilih sesuai dengan karakter anda, sesuai dengan tujuan anda, dan sesuai dengan kesiapan anda menanggung risikonya. Pilihlah instrumen investasi secara bijak.

Untuk informasi lebih jelas tentang Asuransi Unit Link Silahkan Ketik: Nama – Tanggal Lahir – email Anda Sms Ke 085811145913 atau invite dan inbox ke PIN BB 2AF01537, Selanjutnya akan kami kirim ilustrasi proposal ke email anda… Salam kami Teguh

Baca Selengkapnya ....

Apakah agen asuransi itu, dan ini sebuah cuplikan ceritanya:

Posted by Unknown Friday, March 14, 2014 0 comments
Apakah agen asuransi itu, dan ini sebuah cuplikan ceritanya:

Ada seorang bapak yg mempunyai 3 orang teman baik dgn profesi Dokter Spesialis, Kepala Cabang Bank & Agen Asuransi.

Pada suatu saat si bapak mngalami kecelakaan & di rawat di RS, setelah itu bapak tsb dipanggil yg Mahakuasa.

Dan 1 minggu setelah kejadian itu, ke 3 temannya datang.

Dokter : Ibu, Saya turut berduka-cita atas kejadian ini, namun biaya rumah sakit selama masa perawatan harus tetap dibayar ,

Bankers : Saya juga turut bersedih atas kejadian ini. Tetapi bu, hutang2 mendiang waktu masih ada, tetap harus dibayar.

Agen asuransi : Ibu, Saya turut bersedih atas peristiwa ini, dan sudah menjadi kewajiban perusahaan saya untuk membayar biaya rumah sakit, memberikan warisan untuk keluarga ibu dan mengembalikan hasil investasi yang mendiang sudah tabungkan selama ini. Seperti apa yg sudah mendiang percayakan kepada saya selama ini sebagai agentnya.

Dari serangkaian cerita di atas, masih adakah yg mau menolak seorang Agen Asuransi ?

Kami hanya menjalankan tugas kami dgn sebagaimana mestinya. Saat ini, mungkin tidak banyak yg bisa kami kerjakan untuk Anda.

Mungkin, saat ini, kami hanya merepotkan Anda, mengganggu Anda. Akan tetapi, saat kalian membutuhkan, kami ada untuk Anda di barisan paling depan utk memastikan klaim dibayar.

Dan HANYA Agent Asuransi yang dapat menjamin untuk membantu menyediakan dana bantuan keuangan terhadap resiko kehidupan. Bank atau RS pun tidak bisa, bahkan keluarga kita sekalipun bukan sebuah jaminan.

Terima kasih kepada semua pemegang polis, untuk kepercayaan Anda kepada kami. Kami akan selalu mengerjakan tugas kami untuk Anda dengan sebaik-baiknya dan selamanya.

Baca Selengkapnya ....

Asuransi itu seperti apa?

Posted by Unknown 0 comments
Asuransi itu seperti tabung pemadam kebakaran, anda beli tapi berharap tidak akan pernah pakai.

Asuransi itu seperti fondasi rumah, tak terlihat tapi anda tak bisa membangun rumah tanpanya.

Asuransi itu seperti menunggu bus di malam hari, sekali terlewat belum tentu kesempatan datang lagi.

Premi asuransi mungkin tidak lebih besar dari gaji pembantu dan supir anda, tapi bisa bernilai seluruh hasil kerja keras anda.

Asuransi ibarat pertahanan dalam sepakbola. Dengan pertahanan yg kuat mungkin anda tidak menang, tapi anda tidak mungkin kalah. ( Maksudnya minimal seri )

Sesungguhnya asuransi bukan masalah suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, perlu atau tidak perlu, mampu atau tidak mampu.

Asuransi cuma masalah kebijaksanaan.

Jadilah orang yang bijaksana, bukan hanya untuk anda, tapi juga untuk keluarga anda


so hubungi saya jika anda membutuhkan asuransi Teguh 0858 111 45913

Baca Selengkapnya ....

Tangible Asset vs Intangible Asset

Posted by Unknown Friday, March 7, 2014 0 comments
Anda mungkin pernah mendengar tentang asset, secara sederhananya segala sesuatu yg memiliki nilai ekonomis dapat kita anggap sebagai asset. Secara kasat mata kita bisa membedakannya dengan tangible asset, asset yang bisa 'dilihat', dan intangible asset, asset yang tidak bisa 'dilihat'
Biasanya kalau orang mengatakan tentang asset, yang dia maksudkan adalah tangible asset, seperti properti, tabungan, saham, ternak, emas, dsb. Sedangkan intangible asset adalah ketrampilan, pengetahuan, ide yang tidak bisa diukur secara nyata nilainya.
Berikut ada sebuah kejadian yang menggambarkan tentang tangible asset dan intangible asset...
Suatu hari pemuda A datang ke rumah temannya, pemuda B.
  • A: Dispensermu ganti ya? Yang dulu ke mana?
  • B: Bocor. Bikin aqua gue cepet abis aja.
  • A: Trus sekarang di mana? Dibuang?
  • B: Belom sempet. Tuh di sana.
  • A: Gimana kalo kubawa aja? Toh di sini juga ga kepake cuma penuh2in tempat.
  • B: Bawa aja. Gue dah males ngeliatnya.
Pemuda A membawa dispenser bocor tsbke kamar kostnya, dan mulai mencoba memperbaikinya. Karena dia tidak punya obeng, dipinjamnya obeng dari kamar sebelah.
Setelah berhasil dibuka, terlihat bahwa yang bocor adalah kerannya, pecah karena kepanasan. Dibelinya keran baru di pasar swalayan seharga 6500. Beberapa saat kemudian, selesailah penggantian keran yang bocor tsb. Sambil memperbaiki, sekalian dia bersihkan dispenser tsb biar terlihat menarik.
Selesai membersihkan dan mengembalikan obeng, dibuatnya selembar pengumuman, Dijual dispenser 2nd masih mulus. Murah. Cuma 85rb. Hubungi 08xx xxx xxxx dan ditempelkannya di gerbang kosnya.
Tidak lama ada orang menghubungi dan tertarik melihat dispensernya
  • Pembeli: Ini dispensernya? Ada dusnya?
  • A: Ga ada. cuma ada dispensernya aja. Masih panas, instalasinya juga masih bagus. Masih mulus lagi.
  • Pembeli: 75 ribu deh, sy ambil.
  • A: Humm... boleh deh.
  • Pembeli: Deal ya, sy angkut sekarang

Apa modal pemuda A?
Kemampuan mereparasi?
Modal 6500 membeli keran dispenser baru?
Perhatiannya terhadap kondisi temannya?
Kemampuan meminjam obeng?
Kemampuan membuat pengumuman?
atau kemampuannya membersihkan dispenser?
Semua benar. Modal pemuda A adalah intangible assetnya. Sedangkan tangible asset berupa dispenser rusak, obeng dia dapatkan tanpa uang.

Banyak orang berfokus pada tangible asset ketika akan memulai usaha, dan lupa untuk memupuk intangible assetnya. Akibatnya usahanya tidak bertahan lama. Padahal sesungguhnya tangible asset akan berkumpul pada orang2 yang memiliki intangible asset. Dan orang yang tidak memiliki intangible asset akan mudah kehilangan tangible assetnya.

Ibaratnya orang meminjamkan mobilnya, pasti kepada orang yg memiliki sim. Orang yg memiliki mobil tanpa sim, mungkin harus merelakan mobilnya untuk dikendarai oleh supirnya yang punya sim.

Itulah sebabnya orang yang sukses berbisnis selalu mengatakan, "Tidak perlu uang untuk memulai usaha". Karena uang hanya dibutuhkan untuk membeli tangible asset, padahal tangible asset bisa pinjam dulu, seperti bangsanya obeng tadi.

Jadi, apa yang menghambat kita untuk mulai mengumpulkan asset??? ^_^

Baca Selengkapnya ....

Link Important

Panduan blog dan SEO support Project SEO - Original design by IY | Copyright of Asuransi dan Investasi Tabungan.