“Apabila client saya mengalami momen bahagia, pasti ingin dibagi dengan orang-orang tercintanya, jadi dia tidak butuh kehadiran saya, kirim sms saja sudah cukup. Tetapi apabila mereka mengalami musibah saya ingin merasa bahwa sayalah salah seorang yang bisa menguatkan mereka dan saya juga berharap bisa meringankan beban musibah mereka”
Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts

KISAH PETANI MALANG DAN SAPI NYA

Posted by Unknown Monday, March 24, 2014 0 comments
Dikisahkan di sebuah desa kecil di Sumatra Barat, ada seorang petani memiliki seekor sapi.
Setiap pagi si petani menuntun sapinya utk ikut ke sawah bersamanya.
Jika tidak diperlukan si sapi ditambatkan tak jauh di sebatang pohon yg disekitarnya banyak rumput. Jadi sambil menunggu si sapi bisa menyantap rumput kesukaannya. Suatu ketika, tanpa diduga si sapi tiba-tiba mengamuk seperti kesetanan. Si sapi berontak, sehingga tali tambatannya terlepas. Seekor serangga masuk ke lobang hidungnya yang menyebabkan si sapi sangat kesakitan.
Si sapi lari tak terarah dan menanduk apa saja yg ada dihadapannya dg beringas.
Si sapi berlari ke arah si petani, menanduk dan menginjak-injak nya. Si petani berteriak minta tolong kemudian jatuh tersungkur.
Warga yg mendengar jeritan si petani berusaha memberi pertolongan dan menangkap si sapi.
Malangnya si petani terluka parah dan beberapa tulang dibagian rusuk dan dada patah.
Singkat cerita, si petani di bawa ke rumah sakit terdekat, sedangkan si sapi atas kesepakatan keluarga akhirnya dijual. Sapi laku terjual seharga +/- Rp 15JT.

Uang tsb dipakai utk biaya berobat si petani, tetapi sayangnya tak cukup dia mengalami koma dan luka yg cukup parah sehingga keluarganya terpaksa mencari pinjaman sana sini, 7 hari kemudian, si petani menghembuskan nafas terakhir.
Beliau meninggalkan satu org istri dan 4 org anak yg masih kecil2, ditambah beban hutang krn biaya rumah sakit yg lumayan besar.

Pelajaran dari Cerita diatas :

Malang tak bisa ditolak, bisa terjadi kapan saja Jika direnungkan, si sapi masih bisa menebus kesalahan dengan nyawa dan dagingnya, senilai Rp 15jt, sedikit banyak bisa meringankan biaya pengobatan si petani. Malahan kepergian sapi tidak membebani keluarga yg ditinggalkan dengan hutang-hutang biaya perawatan dan beban hidup keluarganya.

Bagaimana dg si petani? Sangatlah tidak mungkin untuk meringankan hutang dengan menjual dagingnya bukan?

Seandainya si Petani mengerti untuk memiliki asuransi, tentu ceritanya akan berbeda.
Beliau memang tak bisa meneruskan hidupnya lagi. Tapi dg asuransi, setidaknya keluarga petani masih bisa meneruskan hidup, anak masih bisa makan, masih bisa sekolah... kebutuhan hidup masih bisa dipenuhi.. dengan dana yg ditinggalkan ayah mereka.

Coba anda renungkan, bagaimana dengan anda?
Bagaimana nasib keluarga anda jika anda masih tidak punya asuransi seperti petani tadi. TANPA ASURANSI... apakah KETIKA ANDA HARUS PERGI, anda juga akan MEMBAWA KELUARGA ANDA turut serta bersama anda ke alam baka, karena mereka tak sanggup menanggung beban hidup dan hutang tanpa anda?

Untuk informasi bagi anda yang ingin menjadi agen asuransi atau ingin berasuransi di Unit Link Prudential, silahkan hubungi saya.
Teguh 085811145913 / Add pin BB: 2AF01537
Saya tidak akan menjadikan anda agen asuransi atau nasabah asuransi sebelum anda benar-benar mengerti tentang produk asuransi saya. Jika sudah paham silahkan tentukan sendiri asuransi dan manfaat anda sesuai dengan kebutuhan dan budget anda.


Baca Selengkapnya ....

Dibalik Kisah Christopher Columbus

Posted by Unknown Tuesday, March 18, 2014 0 comments
Alkisah suatu malam, Christopher Columbus diundang ke sebuah acara jamuan makan malam. Di acara itu, dia. akan mendapat penghargaan dari Kerajaan Spanyol karena telah menemukan "dunia baru" yaitu Benua Amerika.
Meskipun di acara itu Columbus akan mendapat penghargaan, rupanya banyak orang di sana yang meremehkan dan melecehkan penemuan "dunia baru" oleh Colombus tersebut.
Banyak yang mencibir bahwa penemuan Columbus itu tidak sengaja. Karena memang Columbus menemukan Benua Amerika secara tidak sengaja, karena dia sebenernya mencari jalur menuju Benua Asia. Maka orang-orang pun mencemooh bahwa siapapun bisa melakukan apa yang dilakukan Colombus itu.
Menghadapi cibiran tersebut, Columbus kemudian memberikan tantangan pada semua hadirin. Dia menantang semua yang hadir untuk mendirikan telur rebus di meja. Bentuk telur yang permukaannya bulat/elips tentu membuat orang-orang yang mencoba mendirikan selalu gagal. Maka mereka pun menyerah dan mengembalikan tantangan pada Columbus.
Akhirnya dengan santai Columbus mengambil telur tersebut dan memecahkan atau meratakan sedikit bagian bawah telur itu sehingga rata dan bisa didirikan. Kontan para hadirin pun protes pada Columbus dan berkata: "Kalau caranya begitu, saya juga bisa!".
Lalu Columbus pun menanggapi balik dan berkata kepada mereka: "Kalau memang bisa, kenapa tidak kalian lakukan tadi?". Columbus kemudian mengibaratkan tantangan mendirikan telur tersebut dengan tantangan yang dihadapinya dalam menemukan "dunia baru". Menurutnya, banyak orang merasa bisa melakukan hal tersebut, setelah dia menunjukkan caranya. "Setiap orang memang dapat melakukannya, setelah orang itu ditunjukkan bagaimana caranya," ujar Columbus.
Banyak agen asuransi yang takut untuk memulai bisnisnya, takut ditolak, takut tidak bisa ngomong, dll, solusinya adalah belajar, bertindak, pecahkan, ratakan bagian bawah telur rebus, sehingga rata dan bisa didirikan, dan tim kita pun berkata : "Kalau begitu kami juga pasti bisa"

Salam Sukses selalu

Untuk informasi bagi anda yang ingin menjadi agen asuransi atau ingin berasuransi di unit link prudential, silahkan hubungi saya.
Teguh 085811145913 / Add pin BB: 2AF01537
Saya tidak akan menjadikan anda agen asuransi atau nasabah asuransi sebelum anda benar-benar mengerti tentang produk asuransi saya.


Baca Selengkapnya ....

MERENCANAKAN KEUANGAN MASA DEPAN KELUARGA

Posted by Unknown Monday, March 17, 2014 0 comments
Setelah menjalani berbagai level kehidupan, dari masa bujangan, pernikahan, menjadi orangtua dan masa pensiun, cobalah Anda menyimak seberapa pentingkah perencanaan keuangan yang solid dalam hidup Anda. Jika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, apakah Anda akan tetap bisa menjalankan lifestyle Anda? Apakah Anda tetap bisa membiayai kredit rumah Anda, pendidikan anak-anak, dan mempunyai masa pensiun yang Anda dambakan?

SIKLUS KEHIDUPAN MANUSIA
Pada setiap orang bekerja tujuannya adalah untuk mencari penghasilan... BETUL ATAU TIDAK…??? Dari pengasilan yang kita dapatkan umumnya adalah untuk:
Kebutuhan keluarga
Pengembangan bisnis
Kalau ada sisa uang biasanya akan ditabung …
BETUL TIDAK…???

MENABUNG !!!
Menabung dapat untuk
• Tabungan jangka pendek
• Tabungan jangka menengah
• Tabungan jangka panjang

TABUNGAN JANGKA PANJANG UNTUK APA?
Meningkatkan kekayaan
Mempertahankan kekayan
Mempersiapkan regenerasi bisnis kepada anak2 (generasi penerus)

FAKTA …..
Bahwa setiap orang mempunyai harapan dan doa kepada Tuhan untuk memohon agar diberi:
Sehat
Mohon selamat
Mohon panjang umur
Mohon tidak punya hutang
Mohon kalau suatu hari dipanggil Tuhan bisa Masuk
Surga… Amin….

Namun kalau setiap orang , siapapun , apakah orang miskin, orang kaya, orang punya pangkat atau tidak punya pangkat, apabila diuji oleh Tuhan, maka tidak bisa menghindari atas risiko pribadi seseorang. Kewajiban kita sebagai manusia hanya BERIKHTIAR dan BERDOA
Apa yang dimaksud dengan risiko pribadi sebagai ujian hidup dari Tuhan ???
Contoh:
• Terjadinya sakit dan dirawat di Rumah sakit
• Terjadinya sakit kritis (Jantung, stroke, cancer, gagal ginjal …. Dst)
• Insiden atau kecelakan yang mengakibatkan terjadinya cacat tetap, sehingga kita tidak bisa melakukan aktfitas seperti sedia kala untuk mencari penghasilan bagi keluarga.

Hal tersebut tentunya BELUM PASTI terjadi atau dialami oleh setiap orang sebagai bentuk ujian dari Tuhan.
Namun kalau itu harus terjadi, maka akan muncul MASALAH KEUANGAN BARU.
Pada saat risiko pribadi tersebut terjadi tentunya:
1. Kita tidak dapat mencari penghasilan
2. Biaya pengobatan, penyembuhan pasti akan muncul karena kesehatan itu adalah PENTING DAN MAHAL HARGANYA.

SOLUSI…
a) Solusi pertama pastinya akan mengambil tabungan kita.
b) Apabila tabungan kita masih tidak mencukupi, tentunya kita akan menjual asset yang kita miliki
c) Kalau juga sekiranya masih kurang, tentunya kita akan melalukan pinjaman ke pihak manapun yang mau / bisa memberikan pinjaman.
d) Kalau saja ternyata biaya atau pengobatan masih kurang maka apa yang kita lakukan…???

Fenomena atas kejadian tersebut di atas apakah banyak di masyarakat kita..??? yang tentunya akan menjadikan factor keuangan keluarga, akan terganggu.
Tetapi hal tersebut saya yakin tidak PASTI terjadi kepada semua manusia. Namun apakah peristiwa di dunia ini yang PASTI TERJADI ..??? adalah sebuah KEMATIAN.
Apakah kita akan diberi umur pendek, akan diberi umur panjang, kita tidak pernah tahu, tetapi sekali lagi KEMATIAN ITU PASTI TERJADI PADA SETIAP manusia.

RENUNGAN
Kita sebagai manusia pada saat dipanggil Tuhan kapan saja, apakah kita bisa menjamin kepada anak dan keluarga kita bahwa kita tidak akan meninggalkan HUTANG..??? Kalau terpaksa kita harus meninggalkan hutang, siapa yang punya kewajiban membayar hutang tersebut? Semua orang berharap setiap terjadi kematian TIDAK AKAN MENINGGALKAN HUTANG!!!
Tetapi sekali lagi apakah kita pasti bisa menjamin… !!! Itulah siklus kehidupan setiap anak manusia dalam menjalani hidup di dunia ini.
Untuk mengurangi dampak kerugian secara financial dan sebagai tindakan prefentif, atas ikhtiar kita sebagai manusia seyogyanya kita harus melakukan sebuah upaya PERENCANAAN KEUANGAN KELUARGA JANGKA PANJANG

TIPS SOLUSI ALTERNATIF
Program WARISAN Untuk Anak
Dan Keluarga Tercinta…
Anda Ingin Mengetahui Lebih Lanjut Tentang Asuransi Unit Link
Silahkan Ketik:
Nama – Tanggal Lahir – email Anda Sms Ke
085811145913 atau invite dan inbox ke PIN BB
2AF01537, Selanjutnya akan kami kirim ilustrasi
proposal ke email anda…
Salam Saya
Teguh


Baca Selengkapnya ....

Memulai bisnis tanpa modal ala Om Bob Sadino

Posted by Unknown Sunday, March 16, 2014 1 comments
Beberapa hari yang lalu aku menyaksikan tayangan televisi. Motivasi hidup seorang pengusaha sukses, Bob Sadino. Yap Benar! Artikel
motivasi kali berasal dari orang yang mempunyai ciri khas memakai celana pendek itu.
Banyak kata inspirasi yang keluar saat wawancara di acara televisi itu, Hingga dapat menggugah kita menjadi orang sukses. Apa saja motivasi hidup yang dia berikan terutama dalam karir.

"Jangan mengeluh dengan keadaan"

Benar saudara! Hanya 4 kata inspirasi singkat diatas yang sesungguhnya dari motivasi hidup. Bukan hanya karir saja melainkan setiap elemen yang selalu kita kerjakan sehari-hari. Dan inilah inti
dari artikel motivasi kali ini.
Apa saja artikel motivasi maupun motivasi hidup tersebut?? Sebelumnya kita kembali lagi ke masa lalu tentang tema Acara televisi itu:
"Cara memulai usaha tanpa modal"
Tunggu dulu! Bagaimana bisa memulai usaha tanpa modal. Ini yang dikatakan pak Bob Sadino :
Motivasi hidup dari orang yang mengeluh...
Kamu : Gimana nih pak kok hidup saya gagal maning gagal maning
Bob Sadino : Lho kok bisa gagal
Kamu : nggak diterima kerja dimana-mana. Apalagi di perusahaan Bapak Bob Sadino : Kalau nggak diterima kerja, usaha donk!
Kamu : Tapi pak saya nggak punya modal buat usaha
Bob Sadino : Hmm..gimana kalu saya kasih kamu pinjeman modal biar jadi orang sukses.
Kamu : Wah makasih Pak! tapi usaha apa ya Pak!
saya nggak punya ide
Bob Sadino : Saya sih punya ide usaha yang cocok buat kamu. Mau nggak!
Kamu : Wah terima kasih sekali pak! Tapi gimana kalau idenya nggak cocok.
Bob Sadino : ya dicoba dulu aja (sedang memberikan kata inspirasi)
Kamu : Baiklah Pak akan saya coba! Tapi pak gimana kalau gagal.
Bob Sadino : mau jadi orang sukses harus cari kegagalan, karena kegagalan akan membuat kita belajar untuk masa depan (kata bijak yang patut kita tiru bukan).
Kamu : Ya saya siap pak. Tapi Maaf kalau saya gagal…apa ada keringanan dalam pengembalian modal
Bob Sadino : ……

Anda bisa lihat diatas, Orang itu sudah diberi fasilitas masih mengeluh dengan keadaan. Benar- benar motivasi hidup orang gagal. Berbeda dengan Bob Sadino :
Ceritanya ketika orang sukses ini masih menjadi orang miskin. Dia nggak punya modal dan nggak
diterima kerja dimanapun. Kasihan banget ya!
Tapi karena motivasi hidup nya yang luar biasa Bob Sadino mempunyai ide…. melihat tetangganya sering membuat kue dan menjualnya. Dia menawarkan sesuatu ke tetangganya.
Bob Sadino : Wah saya lihat ibu banyak buat kue..tapi apa nggak lelah tuh Bu, jika harus menjualnya juga.
Tetangga: Ya lelah Mas, tapi demi menghidupi keluarga.
Bob Sadino : Gini aja, saya punya ide…Ibu nggak usah lagi jualan. Biar Ibu buat kuenya aja…nanti saya deh yang keliling-keliling buat jualin kue Ibu. Tapi bagian saya bisa diatur kan
Tetangga : boleh juga..tapi nanti kalau kejual sedikit. maaf Mas! Malah tekor saya bayar Mas Bob.
Bob Sadino : Ibu kan waktu ngejualnya
dikit..kebanyakan malah buat kue. Kalau Ibu dan saya bagi-bagi tugas. Ibukan bisa buat kuenya lebih banyak…dan saya juga bisa ngejualnya lebih banyak karena waktunya lebih lama. Dicoba aja dulu seminggu ini…kalau nggak bagus. Ibu nggak usah bayar saya deh.
Tetangga : hmmmmmm…(baru mikir)
Tetangga : Ya boleh! mulai besok ya mas!!!

Nah hebat kan, mampu memulai usaha tanpa sepersenpun modal. Motivasi hidup seperti inilah yang harus kita tanamkan dalam pribadi kita.
Motivasi hidup dari orang sukses.
Jangan sekedar mengkritik keadaan. Menyalahkan orang lain, menyalahkan orang tua yang miskin, menyalahkan pemerintah yang gagal. Memang benar setiap orang sukses pasti ada orang lain yang membantunya. Tapi 80% itu tetap tergantung pada diri orang sukses itu sendiri.

Artikel motivasi ini, ada penambahan dan kekurangan serta ditambah dengan sedikit dramatisasi. Karena saya agak lupa gimana alur cerita acara televisi tersebut.

Begitupun jika anda ditawari menjadi seorang agen asuransi jangan serta merta anda tolak karena apa?
Agen asuransi itu adalah usaha tanpa modal, menambah wawasan kita juga, serta memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Motivasi diri anda untuk mencoba menjadi agen asuransi coba dahulu 3 bulan jika tidak berhasil silahkan tinggalkan. Tidak ada ruginya untuk mencoba kan.
Untuk informasi bagi anda yang ingin menjadi agen asuransi atau ingin berasuransi di unit link prudential. silahkan hubungi saya.
Teguh 085811145913 / Add pin BB: 2AF01537
Saya tidak akan menjadikan anda agen asuransi atau nasabah asuransi sebelum anda benar-benar mengerti tentang produk asuransi saya.


Baca Selengkapnya ....

Tiga Pilar Pengelolaan Uang

Posted by Unknown Saturday, March 15, 2014 1 comments
Ketika anda memperoleh pendapatan, apakah yang biasanya anda lakukan ? Membelanjakan pendapatan tersebut dan menabung sisanya, ataukah menyisihkan untuk tabungan terlebih dahulu dan membelanjakan sisanya ? Ataukah apa dulu
All Friend yang budiman, ketika anda memperoleh pendapatan, yang pertama harus anda lakukan adalah mengeluarkan hak orang lain yang ikut terkandung di dalam pendapatan anda. Apakah itu disebut pajak, perpuluhan, zakat, ataupun sodaqoh. Nah, setelah anda keluarkan seluruh bagian yang menjadi hak orang lain, maka kini pendapatan anda telah bersih dan murni menjadi hak anda. Inilah yang boleh anda manfaatkan untuk keperluan anda sendiri maupun keperluan keluarga anda.
Namun jangan lupa, cara memanfaatkannya harus mengikuti kaidah-kaidah pengelolaan uang yang baik. Mungkin ada yang bertanya, "Bagaimanakah cara mengelola uang baik itu ?" Cara mengelola uang yang baik itu harus memenuhi tiga kategori berikut: Saving, Income Protection, dan Investment. Kita sebut "Tiga Pilar Pengelolaan Uang".

I. Saving Saving atau menabung dimaksudkan untuk membiasakan diri supaya ketika anda memperoleh pendapatan tidak anda habiskan untuk belanja bulanan. Pendapatan anda, setelah dikurangi dengan pajak, zakat, perpuluhan, sodaqoh, atau apapun namanya, harus ada yang anda sisihkan ke dalam tabungan terlebih dahulu sebelum anda berbelanja. Uang yang anda sisihkan secara rutin itu lama- lama akan terkumpul menjadi jumlah yang besar. Uang tersebut dapat berfungsi sebagai dana cadangan untuk keadaan-keadaan tertentu yang memerlukan pengeluaran lebih besar dari biasanya; contohnya adalah saat anak masuk sekolah, pernikahan anak, renovasi rumah, dan sebagainya Dalam kehidupan sehari-hari mungkin anda sering melihat - atau mendengar - orang yang berkomentar, "Jangankan untuk menabung, untuk makan saja susah. Apa yang mau ditabung ? Nanti kalau untuk memenuhi kebutuhan pokok sudah ada lebihnya, pasti saya menabung."
Sepintas kalimat itu kedengarannya masuk akal. Namun justru pola pikir seperti itulah yang biasanya membuat orang tidak mempunyai tabungan. Karena - orang yang sama - jika dia mau merubah pola pikirnya, pasti mempunyai tabungan. Bagaimana seharusnya ? Dibalik. Jangan menunggu ada kelebihan baru mau menabung. Caranya, berapapun penghasilan yang anda dapat, sisihkan dulu sejumlah tertentu - entah seribu atau dua ribu, entah satu juta atau dua juta - untuk ditabung. Dengan begitu maka anda pasti punya tabungan.
Namun tabungan anda cukup diisi seperlunya, yaitu untuk kebutuhan rutin 6 sampai 12 bulan. Apa maksudnya ? Maksudnya begini. Uang anda yang anda simpan di dalam tabungan ini sebaiknya benar-benar hanya untuk cadangan jangka pendek, untuk likuiditas rutin, supaya cadangan cash anda tidak terlalu ketat. Kalau tiba-tiba anda kehilangan pekerjaan, atau usaha anda bangkrut, setidaknya anda punya cadangan untuk biaya rutin 6 sampai 12 bulan, dan diharapkan sebelum 6 bulan anda sudah mendapatkan sumber pendapatan ( income ) yang baru.
Nah, uang anda yang lain, termasuk yang untuk cadangan biaya pendidikan anak, renovasi rumah, pernikahan anak, dan lain-lain, sebaiknya anda tempatkan di tempat yang lain yang lebih produktif. Mengapa demikian ? Mari kita cermati pelajaran penting yang disampaikan oleh Michael Tjoajadi, direktur PT. Schroder Investment Management Indonesia ( SIMI ), sebagaimana dimuat di dalam Majalah Investor edisi 15 - 28 Januari 2007: "Tidak ada orang yang kaya dari deposito. Bila menginvestasikan uang di bank, berarti dengan sengaja memiskinkan dirinya. Karena aset yang diinvestasikan di deposito akan termakan pajak dan inflasi. Jumlah uang bertambah, tetapi purchasing power berkurang. ..."

II. Income Protection Biasanya orang kalau ditanya untuk siapa mereka bekerja, rata-rata jawabannya adalah bahwa mereka bekerja untuk anak. Mereka rela melakukan apa saja demi anak. Jika anda diizinkan untuk mempunyai mesin pencetak uang yang diperbolehkan untuk mencetak berapun uang yang anda butuhkan, di manakah anda akan menyimpannya ? Tentu jawabannya adalah di tempat yang aman. Bila perlu ditempatkan di dalam ruangan khusus yang diberi kunci pengaman ganda. Jangan sampai ada yang mengambilnya. Dan anda pun pasti akan merawatnya dengan baik supaya tidak rusak, karena kalau sampai rusak maka keuangan keluarga akan terguncang. Anda tahu bagaimana rasanya mempunyai gaya hidup yang turun ? Anda bisa bayangkan bagaimana perasaan orang yang biasanya bepergian dengan mobil sendiri tiba-tiba harus naik kendaraan umum ? Ketika berjalan dari gerbang rumah menuju jalan raya, seolah-olah sorot mata para tetangga itu begitu menusuk membuat mata tertunduk, meskipun para tetangga tidak bermaksud begitu. Dada yang biasanya tegak dan membusung tiba-tiba seperti kempis dan mengerut, dan dagu juga tidak bisa diajak kompromi karena serasa digantungi batu yang berat. Jadi, sudah sepantasnya jika pemilik mesin uang menjaga mesin uangnya itu dengan penjagaan yang ekstra ketat.

Dengan analogi di atas, sekarang pertanyannya adalah, siapakah yang menjadi mesin uang di keluarga anda ? Maksudnya adalah, siapakah yang menjadi pencari nafkah di keluarga anda ? Pencari nafkah adalah ibarat mesin uang bagi keluarga. Ketika dia bekerja - entah itu menjadi karyawan ataupun menjadi pengusaha - dia menghasilkan uang yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan yang mewah. Itulah mesin uang keluarga. Yang menjadi persoalan adalah, ketika orang dihadapkan dengan mesian uang dalam arti harfiah, mesin uang sungguhan, rata-rata sadar dan tahu cara merawat dan melindunginya; tetapi ketika dihadapkan dengan mesin uang yang berupa pencari nafkah untuk keluarga, ternyata persentase yang sudah membuat perlindungan jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang belum. Bagimanakah cara membuat perlindungan pendapatan bagi keluarga ? Cara yang tepat adalah dengan ikut program asuransi pendapatan ( life insurance ). Program ini di masyarakat lebih dikenal dengan sebutan asuransi jiwa.

Jadi, kalau anda membaca, atau mendengar kata-kata asuransi jiwa, sebaiknya diartikan sebagai asuransi pendapatan keluarga. Mengapa orang perlu mengasuransikan pendapatannya ? Ketika seorang pencari nafkah bekerja lalu memperoleh pendapatan, dengan pendapatan itulah dia menghidupi keluarganya. Dengan pendapatan itulah dia bisa memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup keluarganya, mulai dari makan, pakaian, tempat tinggal, menyekolahkan anak, liburan, dan sebagainya. Bagi sebagian orang, sebagian pendapatannya juga digunakan untuk membangun aset, entah itu dalam bentuk aset riil ( tanah, rumah, logam mulia, dan sebagainya ) maupun dalam bentuk aset finansial ( deposito, obligasi, reksadana, dan sebagainya ). Namun perlu disadari bahwa dalam hidup ini ada 3 risiko yang jika teradi pada pencari nafkah maka bisa berakibat fatal secara finansial. Ketiga risiko itu adalah:

1) Sakit berat / berkepanjangan; Efek dari sakit berat / berkepanjangan lebih berat dibandingkan dengan efek dari cacat total permanen, karena orang yang sakit berat / berkepanjangan, di samping dia tetap membutuhkan biaya hidup, dia juga membutuhkan biaya perawatan ( yang bisa jadi lebih besar daripada biaya hidupnya ). Dia perlu dipanggilkan dokter atau dibwa ke rumah sakit, dia perlu dibelikan obat, dan sebagainya.

2) Cacat total permanen; Cacat total permanen atau menetap bisa disebabkan oleh kecelakaan dan bisa juga disebabkan oleh sakit kritis. Orang yang mengalami cacat total permanen, biasanya aktivitas mencari nafkahnya menjadi terganggu, atau bahkan mungkin ada yang sudah tidak bekerja lagi. Yang membuat persoalan menjadi lebih berat adalah bahwa kalau orang meninggal, meskipun dia tidak menghasilkan pendapatan lagi, tapi dia juga sudah tidak membutuhkan biaya hidup; sedangkan orang yang cacat total permanen masih membutuhkan biaya hidup.

3) Meninggal. Jika pencari nafkah di sebuah keluarga meninggal, berarti itu seperti mata air yang tidak berfungsi lagi; juga seperti mesin uang yang hilang. ( Masih ingat analogi mesin uang ? ). Berarti pendapatan keluarga yang biasanya diberikannya dari hasil bekerja juga terhenti. Tetapi, apakah kebutuhan hidup keluarga juga terhenti ? Tidak ! Kebutuhan hidup keluarga tetap berjalan terus; anak-anak tetap butuh makan, rekening listrik harus dibayar, rekening telepon harus dibayar, anak- anak harus sekolah, dan semuanya perlu menjalani kehidupan dengan standar gaya hidup yang layak. Berarti, kepergian pencari nafkah untuk selamanya itu menimbulkan kerugian finansial bagi keluarga.

Perlu diketahui dan disadari bahwa asuransi jiwa tidak mengasuransikan jiwa, sebab jiwa manusia bukan obyek asuransi. Sesuatu yang dijadikan obyek asuransi haruslah sesuatu yang bisa diukur dengan uang. Sedangkan jiwa manusia tidak bisa diukur dengan uang. Oleh karena itu, jika anda berhubungan dengan perusahaan asuransi jiwa, buang jauh-jauh pandangan bahwa anda sedang mengasuransikan jiwa anda; buang jauh-jauh, sekali lagi buang jauh- jauh perasaan bahwa anda sedang mengasuransikan jiwa anda. Bayangkan bahwa anda sedang membangun jaminan finansial bagi keluarga anda. Tanamkan di dalam benak anda, tanamkan di dalam hati dan perasaan anda bahwa anda sedang membangun kerangka finansial yang kokoh. Tanamkan pemahaman bahwa ketika anda mendaftar asuransi jiwa berarti anda sedang menyiapkan jaminan keamanan finansial pribadi, jaminan finansial keluarga, jaminan pensiun sejahtera.

III. Investment Investasi secara mudah dapat diartikan begini: anda menyimpan sejumlah uang dengan harapan setelah jangka waktu tertentu uang anda menjadi lebih banyak. Berarti kalau kita berbicara mengenai investasi, maka:
1. harus ada sejumlah uang yang diinvestasikan. Ini yang dinamakan modal;
2. kita harus menentukan kerangka waktu, kapan kita hendak memetik hasilnya.
3. sejak awal kita harus sudah memperhitungkan potensi hasil yang bisa kita peroleh.

Berkaitan dengan ketiga hal tersebut di atas, ada hal-hal lain yang selalu melekat dalam pembicaraan mengenai investasi, yaitu:
1. investasi selalu mengandung risiko. Biasanya semakin besar potensi hasil yang bisa diperoleh semakin besar pula risikonya. Itulah yang di dalam dunia investasi sering disebut high return - high risk.
2. supaya anda berinvestasi dengan baik maka anda harus mempunyai tujuan yang jelas.

Jika anda mengambil sebutir padi, lalu anda menanamnya di atas lumpur, maka akan tumbuh sebatang kecambah yang lama-lama menjadi semakin besar, yang dalam waktu beberapa minggu sudah beranak menjadi katakanlah tujuh pohon padi. Ketujuh pohon padi itu setelah 4 bulan menghasilkan padi yang siap dipanen. Berarti saat itu anda akan mendapatkan tujuh tangkai padi. Jika masing- masing tangkai terdiri dari 400 butir padi, berarti dalam waktu 4 bulan sebutir padi telah berubah menjadi 2800 butir padi. Sebuah investasi yang luar biasa. Lalu ada yang bertanya, "Mengapa banyak petani yang miskin?" Jawabannya adalah sebuah pertanyaan lagi, "Apakah dari 1000 butir padi yang ditabur akan menghasilkan seperti contoh di atas ?"
Ternyata jika anda menaburkan 1000 butir padi, akan ada beberapa yang tidak tumbuh. Sementara dari yang tumbuh itu ada yang hanyut terbawa arus air sawah, ada yang dimakan tikus, dan sebagainya, sehingga yang benar-benar menghasilkan bulir padi persentasenya tidak 100%. Dan dari yang menghasilkan bulir padi juga ternyata ada yang dimakan hama sebelum masa panen tiba. Itulah yang namanya risiko. Ada banyak instrumen investasi yang bisa anda manfaatkan untuk meningkatkan aset anda. Masing-masing tentunya dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda satu sama lain. Anda bisa memilih sesuai dengan karakter anda, sesuai dengan tujuan anda, dan sesuai dengan kesiapan anda menanggung risikonya. Pilihlah instrumen investasi secara bijak.

Untuk informasi lebih jelas tentang Asuransi Unit Link Silahkan Ketik: Nama – Tanggal Lahir – email Anda Sms Ke 085811145913 atau invite dan inbox ke PIN BB 2AF01537, Selanjutnya akan kami kirim ilustrasi proposal ke email anda… Salam kami Teguh

Baca Selengkapnya ....

Tangible Asset vs Intangible Asset

Posted by Unknown Friday, March 7, 2014 0 comments
Anda mungkin pernah mendengar tentang asset, secara sederhananya segala sesuatu yg memiliki nilai ekonomis dapat kita anggap sebagai asset. Secara kasat mata kita bisa membedakannya dengan tangible asset, asset yang bisa 'dilihat', dan intangible asset, asset yang tidak bisa 'dilihat'
Biasanya kalau orang mengatakan tentang asset, yang dia maksudkan adalah tangible asset, seperti properti, tabungan, saham, ternak, emas, dsb. Sedangkan intangible asset adalah ketrampilan, pengetahuan, ide yang tidak bisa diukur secara nyata nilainya.
Berikut ada sebuah kejadian yang menggambarkan tentang tangible asset dan intangible asset...
Suatu hari pemuda A datang ke rumah temannya, pemuda B.
  • A: Dispensermu ganti ya? Yang dulu ke mana?
  • B: Bocor. Bikin aqua gue cepet abis aja.
  • A: Trus sekarang di mana? Dibuang?
  • B: Belom sempet. Tuh di sana.
  • A: Gimana kalo kubawa aja? Toh di sini juga ga kepake cuma penuh2in tempat.
  • B: Bawa aja. Gue dah males ngeliatnya.
Pemuda A membawa dispenser bocor tsbke kamar kostnya, dan mulai mencoba memperbaikinya. Karena dia tidak punya obeng, dipinjamnya obeng dari kamar sebelah.
Setelah berhasil dibuka, terlihat bahwa yang bocor adalah kerannya, pecah karena kepanasan. Dibelinya keran baru di pasar swalayan seharga 6500. Beberapa saat kemudian, selesailah penggantian keran yang bocor tsb. Sambil memperbaiki, sekalian dia bersihkan dispenser tsb biar terlihat menarik.
Selesai membersihkan dan mengembalikan obeng, dibuatnya selembar pengumuman, Dijual dispenser 2nd masih mulus. Murah. Cuma 85rb. Hubungi 08xx xxx xxxx dan ditempelkannya di gerbang kosnya.
Tidak lama ada orang menghubungi dan tertarik melihat dispensernya
  • Pembeli: Ini dispensernya? Ada dusnya?
  • A: Ga ada. cuma ada dispensernya aja. Masih panas, instalasinya juga masih bagus. Masih mulus lagi.
  • Pembeli: 75 ribu deh, sy ambil.
  • A: Humm... boleh deh.
  • Pembeli: Deal ya, sy angkut sekarang

Apa modal pemuda A?
Kemampuan mereparasi?
Modal 6500 membeli keran dispenser baru?
Perhatiannya terhadap kondisi temannya?
Kemampuan meminjam obeng?
Kemampuan membuat pengumuman?
atau kemampuannya membersihkan dispenser?
Semua benar. Modal pemuda A adalah intangible assetnya. Sedangkan tangible asset berupa dispenser rusak, obeng dia dapatkan tanpa uang.

Banyak orang berfokus pada tangible asset ketika akan memulai usaha, dan lupa untuk memupuk intangible assetnya. Akibatnya usahanya tidak bertahan lama. Padahal sesungguhnya tangible asset akan berkumpul pada orang2 yang memiliki intangible asset. Dan orang yang tidak memiliki intangible asset akan mudah kehilangan tangible assetnya.

Ibaratnya orang meminjamkan mobilnya, pasti kepada orang yg memiliki sim. Orang yg memiliki mobil tanpa sim, mungkin harus merelakan mobilnya untuk dikendarai oleh supirnya yang punya sim.

Itulah sebabnya orang yang sukses berbisnis selalu mengatakan, "Tidak perlu uang untuk memulai usaha". Karena uang hanya dibutuhkan untuk membeli tangible asset, padahal tangible asset bisa pinjam dulu, seperti bangsanya obeng tadi.

Jadi, apa yang menghambat kita untuk mulai mengumpulkan asset??? ^_^

Baca Selengkapnya ....

Link Important

Panduan blog dan SEO support Project SEO - Original design by IY | Copyright of Asuransi dan Investasi Tabungan.